1. Pengertian Kriptografi
Kriptografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Naskah asli yang diacak memanfaatkan sebuah kunci enkripsi sehingga naskah asli tersebut berubah menjadi naskah yang sulit dibaca (chipertext) oleh pihak yang tidak memiliki kunci dekripsi.
2. Sejarah Kriptografi
Kriptografi sudah digunakan sejak zaman romawi kuno oleh Julius Caesar. Teknik kriptografi dijuluki Caesar cipher yaitu untuk mengirimkan pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran sekarang. Casanova menggunakan pengetahuan tentang kriptografi untuk mengelabuhi Madame d’Urfe (dia mengatakan kepada Madame d’Urfe) bahwa ada sesosok jin yang memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal dia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan dari pengetahuannya tentang kriptografi. Sehingga dia dapat mengontrol kehidupan Madame d’Urfe. Kriptografi juga digunakan oleh tentara Sparta lewat alat pembuatan pesan yang disebut sebagai Scytale. Scytale adalah sebuah alat yang mempunyai pita panjang terbuat dari dau n papyrus ditambah dengan sebatang silinder. Awalnya pengirim menulis pesannya di atas pita papyrus yang digulung pada batang silinder, kemudian pita tersebut dilepas dan dikirimkan. Batang silinder yang tebal itu bisa dituliskan 6 huruf dan bisa memuat 3 huruf yang melingkar.
3. Tujuan Kriptografi
Adapun beberapa tujuan kriptografi antara lain sebagai berikut: 1. Kerahasiaan (confidentiality) adalah sebuah layanan yang ditujukan untuk menjaga agar pesan tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak. 2. Integritas data (data integrity) adalah suatu kemampuan penerima pesan untuk memverifikasi pesan, memastikan bahwa pesan belum dimodifikasi dalam perjalanan, seorang penyusup seharusnya tidak mampu mengganti pesan asli dengan yang palsu. 3. Otentikasi (authentication) adalah suatu kemampuan penerima pesan untuk memastikan pesan tersebut asli. Seorang penyusup seharusnya tidak bisa menyamar sebagai orang lain. 4. Nirpenyangkalan (non-repudiation) adalah dimana pengirim pesan tidak bisa menyangkal dan mengelak bahwa dia telah mengirim pesan.
4. Terminologi
Cryptographer : Menemukan sistem kripto
Cryptanalyst : Memecahkan sistem kripto
Cryptology : Ilmu tentang sistem kripto
Cipher : Cara menenkripsi teks
Code : Terjemahan semantik: “burung” = “pesawat terbang”, “elang”=“pesawat tempur”, “lemper”=“torpedo” dll
Enkripsi: enkripsi adalah proses penguncian informasi dengan cara merubah teks asli menggunakan kode tertentu.
Dekripsi: dekripsi merupakan proses menguraikan informasi yang telah terenkripsi menggunakan menggunakan teknik atau kunci tertentu.
Kunci/Key: kunci merupakan sebuah kode rahasia seperti kata sandi yang digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi informasi.
Plaintext : Pesan yang akan dienkripsi Ciphertext : Hasil dari Enkripsi
5. Enkripsi Simetrik dan Asimetrik
1. Enkripsi Simetrik
Simetris adalah enkripsi yang paling sederhana yang hanya melibatkan satu kunci rahasia untuk menyandikan dan menguraikan informasi. Enkripsi simetris merupakan teknik lama dan paling terkenal. Metode ini menggunakan kunci rahasia yang bisa berupa angka, kata atau string huruf acak. Ini adalah gabungan plain text (teks polos) yang dipadukan dengan sebuah konten dengan cara tertentu. Pengirim dan penerima harus mengetahui kunci rahasia yang digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi semua pesan. Connto enkripsi simetris adalah Blowfish, AES, RC4, DES, RC5, dan RC6, sedangkan algoritma simetris yang paling umum digunakan adalah AES-128, AES-192, dan AES-256. Kelemahan enkripsi simetris ini bahwa semua pihak yang terlibat harus menukar kunci yang digunakan untuk mengenkripsi data sebelum mereka dapat mendekripsinya.
2. Enkripsi Asimetrik
Enkripsi asimetris juga dikenal sebagai kriptografi menggunakan kunci publik (public-key), yang merupakan pengembangan dari metode enkripsi simetris dan lebih menjamin keamanan. Enkripsi asimetris menggunakan dua kunci yaitu kunci publik (public key) dan kunci pribadi (private key). Kunci publik tersedia secara bebas bagi siapa saja yang mungkin ingin mengirimkan pesan kepada Anda, namun Kunci pribadi (kunci kedua) dirahasiakan sehingga hanya Anda yang mengetahuinya. Pesan yang dienkripsi menggunakan kunci publik hanya dapat didekripsi dengan menggunakan kunci pribadi, sementara pesan yang dienkripsi menggunakan kunci pribadi dapat didekripsi dengan menggunakan kunci publik. Keamanan kunci publik tidak diperlukan karena tersedia untuk umum dan bisa ditransmisikan melalui internet. Kunci asimetris memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dalam menjamin keamanan informasi yang ditransmisikan selama komunikasi berlangsung. Enkripsi asimetris banyak digunakan dalam saluran komunikasi sehari-hari, terutama melalui Internet. Algoritma enkripsi asimetris yang populer digunakan antara lain EIGamal, RSA, DSA, Elliptic, dan PKCS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar